Kamis, 03 Desember 2009
detik...
Rabu, 04 November 2009
Cerita Nya
hari itu, salah seorang teman ku menceritakan padaku tentang hidup nya yang penuh liku. bagiku, ceritanya sangat menyentuh dan harus ku tuliskan dalam blog ini, agar bisa di jadikan pelajaran...
di kenalkan dengan seseorang yang awal nya sangat menarik buatnya, pertemuan pertama yang indah. perasaan tertarik yang muncul saat pertama kali bertemu.
vi....yhaaaa anggap saja teman ku bernama "vi".
dan pria itu aku sebut "ari"
vi tampak begitu bahagia dengan pria yang baru saja di kenal nya. hingga vi menerima ajakan ari untuk menikah. tanpa berpikir panjang, vi menerima ajakan ari.
baru saja saling mengenal, ari mengajak orang tua nya untuk silaturrahmi ke keluarga vi , vi merasa bahagia karna saat itu vi merasa bahwa ari adalah orang yang tepat untuk nya.
malam itu, orang tua ari ternyata langsung melamar vi untuk menjadi menantu mereka.
keluarga vi pun berjanji sampai kontrak kerja vi habis, baru lah mereka bisa menikah.
hari-hari pun berlalu....sikap vi pun terhadap ari berubah, vi berubah menjadi benci terhadap ari. tapi jika vi sedang sendiri dan teringat ari, barulah vi menghubungi ari. namun jika vi sedang bahagia bersama teman-temannya, tidak sedikit pun ingatannya tertuju pada ari. bahkan setiap ari menghubungi nya, vi selalu menjawab dengan nada tinggi dan menunjukkan kekesalan nya.
ga' tau apa sebabnya, mungkin di karenakan ari yang tidak pernah mau berusaha untuk menunjuk
setiap mengerjakan sesuatu, ari hanya bisa bertahan beberapa hari. setelah itu ia kembali ke sifat awalnya yang suka hura-hura.
mungkin vi kesal dengan sikap ari yang seperti itu.
begitulah setiap harinya, vi dan ari slalu bertengkar. sampai pada saat ulang tahun vi, yang rencananya akan di rayakan vi di rumah orang tua nya, di
akhir'y vi pun merayakan ulang tahunnya tanpa kehadiran ari. namun ucapan "happy b'day" tetap di kirimkan oleh ari untuk vi.
sejak saat itu, hubungan vi dan ari jadi ga' jelas, karna mereka jarang bertemu dan jarang komunikasi. kalaupun bertemu, pasti ujung-ujungnya bertengkar.
setiap ari keluar
untuk mengembalikan hubungan mereka seperti dulu bukannya tanpa usaha, ari slalu berusaha memperbaiki semuanya, namun entah mengapa vi benar-benar berubah dan menolak untuk kembali seperti dulu. bahkan vi sempat mengatakan bahwa ari sudah di anggap seperti kakaknya sendiri. mungkin ari bingung dengan sikap vi, tapi ari masih tetap berusaha. dan untuk kesekian kalinya vi membuat ari kecewa dengan perubahannya.
manusia punya batas kesabaran.....
yhaaa.....ari pun mencapai puncak kesabarannya, dan ari pun menyerah dengan semua usahanya. ari jadi cuek, dan ga' pernah menghubungi vi lagi.
awalnya vi merasa biasa dengan keadaan itu. karna memang vi sepertinya sudah tidak mencintai ari lagi. vi pun menjalani hidupnya dengan senyuman bahagia bersama teman-temannya.
hari-hari pun berlalu....
kontrak kerja vi akan segera berakhir, dan orang tua vi slalu mendesak vi untuk memberi kepastian pada ari, karna orang tua vi udah terlanjur janji pada keluarga ari untuk menunggu sampai kontrak kerja vi habis.
tanpa mengetahui hubungan vi dan ari serba ga' jelas.
mungkin keluarga ari juga tidak mengetahui hal itu.
vi jadi bingung menjawab pertanyaan yang di berikan keluarga nya tentang hubungan nya dengan ari. karna sampai saat itu vi dan ari memang udah ga' ada komunikasi.
sendiri dan sepi .....
keadaan ini lah yang membuat vi sadar akan semua kesalahan yang pernah di lakukannya pada ari, dia sadar akan sikapnya yang kasar dan tiba-tiba berubah pada ari, sikapnya yang slalu membuat ari kecewa. dia teringat akan semua usaha yang tlah di lakukan ari untuk memperbaiki hubungan mereka. akhirnya vi pun sadar akan perubahan sikapnya yang keterlaluan dalam memperlakukan ari.
setelah berpikir panjang , dan setelah mendengar masukan dari orang-orang terdekat nya...vi akhirnya mengambil keputusan untuk memperbaiki semuanya dan meminta maaf pada ari. yakin akan keputusannya, vi bergegas menemui ari untuk meminta maaf dan menyampaikan bahwa dirinya bersedia menikah dengan ari.
tapi vi mengurungkan niatnya, karna vi ingin menyampaikan semua itu di hari ulang tahun ari yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
menunggu detik-detik pergantian hari terasa begitu lama untuk vi. hari itu saat jam menunjukkan jam 23.00, vi menunggu jarum jam menunjukkan jam 00.00, karna pada jam 00.01 adalah hari ulang tahun ari. jarum jam pun berputar hingga detik-detik yang di tunggu vi datang juga. vi mengambil handphone nya dan segera menghubungi ari. vi menyanyikan lagu " happy birthday" untuk ari.
esok hari nya, vi meminta ari untuk datang ke sebuah tempat, di mana vi ingin memberi
namun ari tidak menjawab sms vi..
vi masih berpikir positif, dan segera menghubungi ari, namun telp nya tidak pernah di jawab.
vi pun kecewa dan membuang kue ulang tahun yang tlah di persiapkan nya untuk ari, begitu juga dengan kado yang ingin di berikan pada ari juga di buangnya.
esok harinya, vi masih terlihat kesal dan bad mood. tapi vi harus tetap semangat dalam menjalani rutinitas nya untuk bekerja.
sejak berangkat ke kantor , perasaan vi udah ga' enak...
sepertinya akan terjadi sesuatu, vi udah punya firasat buruk...
sepulang nya dari kantor, seperti biasa vi menunggu bis untuk pulang ke rumahnya.
menunggu bis penuh, vi pun tiba-tiba melihat ari yang sedang berdiri tidak jauh dari bis yang di naiki vi. vi kaget dan langsung berdiri untuk menghampiri ari. vi begitu bahagia, karna ari yang ga' ada kabar berita dan tidak pernah menjawab telp nya, sekarang tiba-tiba berada dekat dengan nya. vi ingin sekali menanyakan pada ari tentang alasan nya menghilang dan tanpa kabar....
selangkah vi berjalan, tiba-tiba vi melihat ari bersama seorang gadis yang tlah di tunggu nya dari tadi, gadis itu keluar dari mushalla yang terletak di samping tempat ari berdiri.
vi diam tertegun....dan masih sempat berpikir positif dan menghilangkan kecurigaannya. vi hanya menganggap gadis itu mungkin temannya atau saudaranya. namun anggapan vi salah, ari menggandeng tangan gadis itu dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
vi merasa sangat sedih melihat semua itu, airmata menetes di pipinya. ingin rasanya berteriak, agar tangisnya bisa lepas. namun vi sadar bahwa dia tidak boleh berhenti sampai di situ, vi lalu mengirimkan pesan pada ari, yang isinya mempertegas apa yang baru saja di lihatnya.
ponsel vi berdering, ternyata panggilan dari ari. ari ingin bertemu dengan vi saat itu juga, vi pun setuju. dan mereka bertemu di tempat ari menunggu gadis itu. ari datang sendiri, saat itu vi tidak kuasa menahan tangis nya. ari menyalahkan vi atas semua sikap vi yang berubah tiba-tiba dan menjadi kasar. vi menangis karna menyesal atas sikap nya, ari pun tidak menghiraukan tangis vi, ari tetap dengan kata-katanya yang slalu menyalahkan vi, dan meminta vi untuk tidak menyalahkan nya. tanpa banyak berkata, vi pun sadar akan sikapnya pada ari selama ini, dia tidak bisa menuntut banyak, karna memang itu salahnya. kata terakhir yang sempat keluar dari mulut vi adalah ucapan "selamat". "aku tidak menyalahkan mu dalam hal ini, dan selamat dengan kehidupan mu yang baru", isak tangis vi tidak mampu meluluhkan hati ari, dengan air mata yang menetes di pipinya, vi meraih tangan ari, dan mencium nya untuk yang terakhir kali. vi pun beranjak pergi dengan langkah yang tak pasti. vi hanya bisa menangis dan menyesali kekhilafan nya....
hari-hari pun berlalu, vie tetap dengan kesedihan dan penyesalannya..
detik-detik yang di laluinya terasa begitu lama dan tak sedetik pun di lewatinya tanpa meneteskan airmata. dia benar-benar terpukul dengan kejadian malam itu. mungkin vie bisa melupakan kesedihannya dengan bantuan orang-orang terdekatnya, tapi ketika dia sendiri, kesedihan itu kembali menghampirinya hingga vie merasa hancur dan berusaha mencari cara untuk menghilangkan kesedihannya. orang-orang terdekat vie selalu berusaha membuat vie merasa senang hingga lupa dengan masalah yang dia hadapi, mereka memberi support agar vie tetap semangat dalam menjalani kehidupannya meski tanpa ari. usaha dari orang-orang terdekat vie ternyata tidak sia-sia, vie akhir'y bisa mulai bangkit dari keterpurukan masa lalu yang membuatnya sempat jatuh sejenak. vie mencoba untuk memulai semua dari awal, dan mencoba membuka hati untuk orang lain yang mungkin bisa lebih baik dari ari.
suatu hari vie membuka sebuah situs pertemanan, dan menemukan informasi tentang ari. vie mencari tau lebih jauh, dan ternyata di
hari-hari pun berlalu, mungkin inilah saatnya vie untuk tidak mengingat masa lalunya. vie mulai mencoba untuk dekat dengan beberapa orang yang dia anggap bisa menggantikan ari, namun semuanya tetap sama, vie belum bisa menemukan pengganti ari. hingga suatu hari vie mengenal seorang pria di dunia maya, sebut saja rio. vie sering chatting dengan rio hingga mereka saling kenal, dan ternyata rio adalah sepupu dari ari. orang tua ari pernah ingin mengenalkan vie dengan rio, karna mungkin orang tua ari sadar bahwa ari dan vie memang tidak bisa bersama, namun ternyata vie sudah lebih dulu mengenal rio di dunia maya. mereka saling bercerita, dan rio pun akhir'y tahu bahwa vie dan ari pernah dekat. karna sering bercerita, dan vie sering menceritakan masalahnya dan ari pada rio, vie pun merasa nyaman. dan merasa dekat dengan rio meski mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. vie dan rio tinggal di kota yang berbeda, namun suatu hari vie ingin berlibur ke sebuah kota yang tidak lain adalah kota tempat tinggal rio, vie menceritakan rencana liburannya pada rio, dan mereka sepakat untuk bertemu di bandara, karna vie meminta rio untuk menjemputnya di bandara..
malam itu 16 january saat waktu menunjukkan jam 20.30,v sampai di ibukota. untuk pertama kali'y v bertemu dengan rio.- menghabiskan waktu 3 jam lebih untuk sampai ke tempat tujuan. vie lalu beristirahat.
17 january saat waktu menunjukkan jam 08.00 (kira2) (",).. memulai perjalanan dengan mengunjungi salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di
Kamis, 12 Februari 2009
KaRnA pEnGaLaMaN, mEnGaJaRkAn Ku sEgALa'Y...
jadi putuskan lah sendiri oleh hati , jika cinta itu tulus dan suci..maka biarkan yang di cintai bahagia dengan caranya sendiri..jangan pernah paksakan kehendak ... biarkan, relakan dia bahagia di atas tangisan mu..
namun jika cinta itu obsesi, maka dapatkan dia dengan cara mu sendiri... dan kau akan senantiasa berbahagia di atas tangisannya nya....
setiap tetes airmata mu, jadikan lah pengalaman dalam proses pendewasaan diri...
karna pengalaman, mengajarkan ku segalanya.....
Senin, 09 Februari 2009
belum bisa meyakinkan ku.....
mungkin aku bisa belajar memahami semua mau mu...dari ucap mu, aku belajar tuk mengerti...
dan aku bisa terima....
namun jika aku kembalikan ingatan ku pada masa-masa yang tlah ku lewati, aku teringat akan cara mu bersikap dan cara mu memperlakukan ku...
aku teringat akan kata...yhaa, hanya kata... satu kata yang terkadang kau sampaikan dengan lisan maupun tulisan....hingga membuat keyakinan ku goyah...
aku yang semula yakin akan ucapan mu, aku yang mulai percaya akan kata-kata mu, aku yang menerima semua alasan mu...menjadi ragu dan kembali berpikir....
satu kata...yang bisa mempengaruhi pikiran ku...
saat ini, jika kau tak mau menjelaskan padaku....aku akan tetap dengan kayakinan ku....
aku tidak bisa, dan mungkin belum bisa menerima alasan mu...
berikan alasan yang bisa ku mengerti....
yang bisa membuat ku percaya dan bisa melupakan mu dalam setiap detik kenangan hidupku....
sejauh ini, belum ada satu sikap mu yang membuat ku membenci mu...
dan pernah ku katakan....buat aku membenci mu....
dan aku pun akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu....
Senin, 15 Desember 2008
kAtAKaN pAdAkU...
atau sedikitnya coba artikan setiap kata yang kau tuliskan
hingga membuat perasaan yang salah muncul di hatiku
aku hanya coba artikan dengan sedikit daya pikir yang ku punya
atau memang aku yang terlalu berlebihan mengartikan nya...??????
jika pengertian ku salah...
jelaskan padaku arti dari semuanya
coba kau tatap mataku
atau bayangkan wajah ku dengan pengharapan
jelaskan semua..
dan jika kau mampu, katakan padaku bahwa semua yang aku artikan "SALAH"
katakan bahwa perasaan ku "SALAH"
agar aku sadar dan mengerti..
hingga aku berhenti melangkah untuk mencari sebuah arti.....
Sabtu, 22 November 2008
keADaAn...
tapi ini lah yang di inginkan keadaan, keadaan menginginkan kami untuk tidak menyaksikan dengan mata. keadaan menginginkan kami melihat dengan ketulusan hati dan keikhlasan. saat ini mata dan hati saling berganti posisi. dimana biasanya mata ku untuk melihat , tapi saat ini merasakan kesedihan dan kepedihan yang menyayat hati. begitu juga dengan hati , yang terbiasa merasakan, saat ini hati ku membuka matanya untuk menyaksikan proses menuju bahagia seseorang dari kejauhan.
menerima keadaan dengan ikhlas, yhaaa ....hanya ini yang dapat kami lakukan saat ini. tidak ada gunanya menyalahkan keadaan, karna itu adalah hal yang sia-sia. saat ini hanya doa setulus hati yang dapat kami kirimkan untukmu....
dan berharap suatu saat nanti, keadaan akan berpihak pada kita...
selamat berbahagia saudara ku, semua yang terbaik untuk mu...
doa tulus dari orang-orang yang mencintai mu...
Selasa, 18 November 2008
DuNiA kAn mEnUnTuTnYa....
tapi sangat penting bagiku mengetahui siapa kamu sebelumnya....
karna dengan cara itu lah, aku bisa mengetahui ciri-ciri orang yang suka bersandiwara dalam hidupnya. yang menganggap semuanya mudah, tapi tidak mudah dalam menerapkannya.
yang hanya bisa berkata, tapi tidak pernah bisa membuktikan kata-katanya.
percuma.....jika saat ini kamu memperlihatkan dan memberitahu ku bagaimana cara mu mempersiapkan segalanya....
percuma jika kamu hanya bisa memperlihatkan padaku proses mu menuju bahagia.
cobalah sesekali membuktikan sesuatu dengan tindakan...
bukan dengan kata-kata dan cerita yang kamu ciptakan sendiri.
karna suatu saat nanti, dunia akan menuntut kita untuk membuktikan segalanya...
