Wanita itu HEBAT, wanita itu KUAT..

Kau hanya cukup meyakini bahwa kau punya keyakinan. Kau hanya cukup menguatkan keyakinan itu , bahwa kau punya kekuatan...

Monday, March 18, 2013

Aku memanggilnya IBU PERI




Dibalik kaca itu ada seorang wanita yang begitu ramahnya , tersenyum manis padaku. Kami tidak saling mengenal, hanya bertemu saat itu. Beberapa hari kemudian, aku dipertemukan lagi dengan nya di kelas yang sama. 

Dia bernama Veronica Dinar Simatupang..
Dia sebaya saudara sepupuku, dan aku pun memanggilnya "Mbak Vero".
Dia adalah seorang wanita hebat, menurutku.. Kita bertemu di salah satu Airline, dan sama-sama baru bergabung di perusahaan itu sebagai Pramugari.
Mbak Vero punya beberapa kelebihan yang membuatku kagum, serta bangga telah mengenalnya.
Dia punya pengalaman yang menurutku luar biasa, untuk urusan pengalaman sebagai pramugari dia sudah tidak diragukan lagi. Puluhan tahun dia bergelut dengan dunia yang baru beberapa tahun belakangan aku kenal.

Yang membuat ku bahagia serta bangga mengenalnya, bukan hanya karna pengalamannya , namun dia adalah sosok wanita dewasa yang baik hati, peduli , keihklasan terlihat dari pancaran sinar matanya, perlakuannya terhadap sekitar begitu memperlihatkan kepeduliannya dan keihlasannya dalam berbuat kebaikan. Apa salahnya jika dia menyombongkan diri nya, karena memang dia punya sesuatu yang bisa dia sombongkan, NAMUN dia tidak lakukan . Apa salahnya dia bersikap anti terhadap cara dan pergaulan orang pada umumnya, yang kemana-mana harus melawan terik matahari untuk mengantri kereta, angkot, bus. NAMUN dia tidak begitu. Aku teringat ketika untuk pertama kalinya aku mengajaknya naik kereta, namun aku baru tau itu adalah pertama kalinya juga dia naik kereta.

Dia selalu nyaman dengan keadaan apapun, di ajak berpanas-panasan di angkutan umum, dia tersenyum. dan beberapa contoh lainnya, dia tetap tersenyum. Dia menanggalkan semua yang ada di belakangnya, yang dapat memberatkan langkahnya berbaur.

sehingga kini aku memanggilnya dengan sebutan "Ibu Peri / Mami Vero"














Mami Vero memiliki seorang putra , yang biasa dipanggil "Ipiii"
Aubrey Mathew Frans

Ipi adalah harta nya yang paling berharga, nyawa hidupnya, segalanya bagi Mami Vero.

Do'a ku untuk semua orang yang aku cintai, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian. Untuk ku, Untuk kita..

Tetaplah tersenyum "Mami Vero"
*Cium Peluk Buat Ipiii..












Takkan ada yang tahu RAHASIA WAKTU


“Jika kita ingin melakukan sesuatu, maka lakukanlah segera, jangan menundanya hanya karna rasa malas, atau merasa bahwa hal itu dapat dilakukan esok hari”
Susunan kalimat diatas adalah benar adanya, kalimat diatas pernah diucapkan oleh “Ibu Maulina”, Yaa.. Ibu Maulina adalah sosok yang hadir dalam kehidupanku dengan tanpa disengaja.
Saat itu aku sedang duduk di kursi yang memang menjadi tempat keseharianku dalam melayani setiap pelanggan yang akan menggunakan jasa penerbangan salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia.
“Mba Ana, ( begitulah aku disapa ), jika suatu saat nanti Mba Ana butuh teman untuk bercerita, atau sharing masalah apapun, hubungi saja ke nmr ini ( dg menyerahkan kartu namanya )”
“Baik bu, terima kasih.. “
Beberapa hari kemudian benarlah aku mendapatkan sebuah masalah dalam pekerjaanku, sehingga aku merasa begitu rapuh dan butuh teman untuk berbagi cerita. Aku yang saat itu benar-benar sendiri, tiba-tiba teringat akan sosok “Ibu Maulina”, dan segeralah aku menghubunginya.
Memang Ibu Maulina yang baik hati, merasa dibutuhkan bukannya angkuh, malah beliau lah yang datang menghampiriku di rumah kost ku yang hanya berukuran beberapa meter.
Berbagi cerita dengannya terasa begitu nyaman, semua uneg-uneg sudah aku sampaikan, semua masalahku sudah diberi solusi yang memang belum pasti berhasil atau tidaknya, namun sudah berhasil membuatku merasa tenang.
Sore itu, untuk menghiburku sekaligus memberikan contoh nyata bahwa aku bukanlah orang yang paling menderita didunia ini karna masalah yang sedang aku hadapi, Beliau mengajakku kesuatu tempat .
“Ana, kita akan kesuatu tempat, dimana tempat ini adalah tempat yang sering sekali saya kunjungi bersama suami ataupun teman saya, saya senang berada disana, nyaman sekali, orang-orang yang berada disanapun sangat ramah, bahkan bisa menghibur saya ketika saya sedih”
Subhanallah, setelah sampai disana.. Saya mengetahui bahwa tempat yang dimaksud dan yang diceritakan Ibu Maulina adalah pinggiran kali di salah satu daerah di jakarta timur. Di sepanjang kali itu terdapat rel kereta api , disanalah hidup beberapa keluarga yang mayoritas telah dibantu oleh Ibu Maulina dan tim nya untuk membuat usaha kecil-kecilan.
“Lihat itu Ana, dia adalah anak lelaki usia 12 th, kakinya diamputasi karna kecelakaan yang dia alami beberapa bulan yang lalu, sebelumnya dia bisa bekerja sebagai pengamen atau pemulung, untuk membantu ekonomi keluarganya, namun semenjak dia cacat, dia tidak bisa berbuat banyak. Ibu anak itu saat ini bekerja di seberang kali ini, membuka warung kecil-kecilan yang menjual makanan kecil serta minuman, yang banyak dibeli oleh para pekerja di sekitar wilayah itu, sementara ayahnya bekerja di persimpangan jalan sana, menjual minuman seperti kopi, the, dll, yang diseduh sendiri. Semuanya dibantu oleh koperasi digereja kami”
Mendengar kalimat terakhir Ibu Maulina, aku tersentak.. Subhanallah, koperasi gereja membantu dengan ikhlas sesama manusia, mereka berusaha menciptakan lapangan kerja untuk orang yang membutuhkan. Jujur aku malu , karna aku sebagai sesama muslim, namun tidak mampu atau mungkin pura-pura tidak mampu berbuat apa-apa.
“Mba Ana, besok saya akan kesebuah tempat lainnya, yang kurang lebih sama seperti tempat ini. Karna saya janji membawakan obat untuk seorang anak yang sedang menderita sakit yang cukup serius, dan saya juga janji akan membawakannya balon, karna dia masih berusia 7 th, dan saya sudah janji sejak beberapa minggu yang lalu, namun saya belum sempat kesana, karna berbagai urusan”
“Oh iya buk, saya boleh ikut lagi ..?”
“Tentu Mba Ana ..”
Keesokan harinya saya dan Ibu Maulina menuju pinggiran kali yang menjadi tempat kedua kunjungan kami.
“Anak itu tinggal bersama ibunya, ayahnya sudah meninggal karna sakit keras beberapa bulan yang lalu”
“saya benar-benar salut akan cara ibu membantu sesama, ingin sekali saya bisa seperti ibu, yang ikhlas dalam membantu manusia lainnya”
Sesampainya kami di tempat tersebut..
“Pak, Bu Haminah yang anaknya sedang sakit waktu itu, yang tinggal di dalam tenda di pinggir kali ini mana ya pak, kok tendanya udah ga’ ada ..? ” Tanya bu Maulina pada seorang bapak yang sedang duduk sambil menghisap rokoknya.
“Ohh, yang anaknya laki-laki itu ya bu ?”
“Iya pak, kemana mereka ?..”
” 2 hari yang lalu mereka disuruh pindah ke kalimantan, imigrasi buk”
Ibu Maulina terpaku dalam diamnya, dia seperti memikirkan sesuatu yang dia sesali.
“Mba Ana, saya benar-benar menyesal sudah menunda kedatangan saya kesini, padahal saya sudah berniat kesini sejak seminggu yang lalu, namun karna sibuk ini itu saya jadi membatalkan niat saya kesini. Ini bisa jadi pelajaran buat saya dan Mba Ana juga, jika ingin melakukan sesuatu saat ini, maka lakukanlah, sebelum itu terlambat. Karna kita tidak pernah tahu waktu akan berbuat apa. Kalau sudah begini, rasanya menyesal sekali, namun menyesali hal ini pun juga percuma. “
Mmhh, perkenalan ku yang tanpa diduga.. Dengan Ibu Maulina, serta pelajaran berharga yang dia berikan contoh nyata..

Kebetulan, Keyakinan, Perasaan


Kebetulan
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, yang ada hanya rencana yang telah dipersiapkan Tuhan dengan waktu dan tempat yang telah beliau tentukan. Manusia terkadang menganggap hal itu kebetulan, karena memang semua hal yang terjadi adalah diluar perkiraan kita sebagai manusia.
Keyakinan
Keyakinan adalah sebuah perasaan mantap mempercayai suatu hal, keyakinan lah yang membuat kita berani melangkah dan mengambil tindakan atas setiap hal yang terjadi. Keyakinan biasanya menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang kita yakini. Jika tidak, mungkin kita masih belum yakin.
Perasaan,
Perasaan adalah hal yang sangat sensitif, karena berkaitan langsung dengan hati. Siapa yang bisa menyalahkan perasaan ? Mungkin kita bisa menyalahkan perasaan, tapi kita tidak berhak untuk itu. Karena perasaan mutlak punya tempat dan kehidupan tersendiri. Selama dia menyimpan segala sesuatu untuk dirinya sendiri, maka biarkan lah perasaan menikmatinya. Biasanya, perasaan yang tulus akan menyesuaikan dengan keadaan. Jika yang terbaik adalah untuk dinikmati sendiri, maka dia akan bertahan dalam diamnya..
“Kamu dimana Key ?”
“Aku di lantai dasar, didepan Mawar shop”
“Baiklah, aku kesana ya”
“Yhaa..”
Keyara, menunggu kedatangan Rama . Laki-laki yang dia kenal tanpa sengaja di dunia maya. Laki-laki yang baik hati, sering memberi nasehat tanpa terkesan mengajari. Selalu mensupport Keyara secara tidak langsung. Laki-laki yang baik, perhatian dan tidak sombong. Itu yang ditangkap Keyara dari beberapa kali percakapan mereka melalu blackberry messenger. Percakapan setiap hari ? Tentu tidak, bisa dihitung dengan jari untuk frekuensi percakapan mereka.
Mungkin lebih tepatnya, ketika Keyara membutuhkan support dari orang-orang terdekat yang tidak dia dapatkan Rama selalu tiba-tiba muncul dengan nasehat dan support yang Keyara butuhkan.
Pernah suatu ketika, Keyara menangis tersedu karena teringan masa lalu nya yang memang tidak menyenangkan untuk dikenang, Rama muncul dengan kata-kata nasehat serta supportnya yang sangat berarti bagi Keyara. Satu kalimat yang masih dikenang Keyara hingga saat ini , yang mungkin menjadi alasan Keyara menaruh simpati terhadap sosok Rama yang tidak dikenalnya secara langsung.
“Walaupun kita tidak pernah bertemu, berjanjilah padaku, bahwa kamu tidak akan menangis lagi Key, berjanjilah tidak akan ada airmata itu lagi”
Keyara sebagai wanita biasa, sebagai wanita mayoritas yang menggunakan perasaan disetiap kesempatan, merasa tergugah hatinya atas perkataan Rama yang benar-benar tidak diduga. Dan saat ini, hanya butuh beberapa menit untuk Keyara melihat langsung sosok Rama berada didepan matanya.
“Dimana yah Rama, mmhhh..” Keyara menunggu dengan perasaan campur aduk, penasaran, takut , malu, semua datang bersamaan. Keyara sibuk dengan perasaannya sendiri, pikirannya terawang-awang, mencoba mengembalikan semuanya agar tidak menerawang dengan pemikiran-pemikiran yang membuatnya gelisah.
Keyara membuang pandangannya jauh ke ujung pintu masuk mall itu, tidak dia dapati sosok Rama, hingga dia membalikkan wajahnya dan terdiam, mendapati sosok Rama yang pernah dia lihat wajahnya di display picture blackberry messenger Rama. Rama yang datang mengenakan kaos hitam menghampirinya.
“Heii, Rama”
“Keyara”
“Udah lama yah Key ? Maaf yah aku telat, tadi macet banget “
“Iya nggak apa-apa kok, aku juga baru nyampe”
“Mmhh, hayoo mau kemana kita, blom makan kan ?”
“Iya , blom.. Kamu udah ?”
” Juga blom”
“Ya udah, kita ke atas yah”
“Yuk”
Entahlah, tidak biasanya Keyara seperti saat ini, senyum, senyum dan tersenyum, wajahnya merekah, sesekali tersenyum , dan mencoba menahan ketawa. Tawa bahagia, yaa, tawa bahagia . Dan entah apa penyebabnya. Yang dia tau dia bahagia, Keyara bahagia mendapati senyuman pertama Rama saat bertatapan muka dengannya.
“Mmhh, tadi kesini pake apa Key ?”
“Aku pake kereta , turun di gambir, lalu naik busway dari gambir ke harmoni, kemudian transit arah grogol”
“Wahh, jauh juga ya “
“Iya, udah terbiasa, jadi nggak masalah”
Keyara adalah tipe wanita cuek, yang jika sudah menemukan seseorang yang membuatnya nyaman , maka sifat cuek nya akan berubah drastis . Biasanya Keyara hanya mau bertemu orang-orang yang dikenalnya di tempat yang tidak jauh untuk dia datangi, tapi kali ini berbeda. Keyara sama sekali tidak mempermasalahkan jarak. Kembali lagi , mungkin karena Rama yang sudah terlanjur membuatnya bersimpati.
“Gimana kerjaannya ? Udah mulai terbang lagi blom ?
“Blom ni, lagi nunggu proses aja. Karena baru selesai training pesawat baru”
“Mmhh, iya.. Enak yah liburnya lama”
“Hahaa, ya.. Kerjaannya tidur mulu”
Rama adalah seorang penerbang di salah satu airline di Indonesia, sama seperti sosok Zulfikar yang pernah hadir dimasa lalu Keyara dengan cerita yang berbeda.
“Kalo kamu lagi libur yah Key ?”
“Mmhh, aku setiap hari juga libur, nggak kerja kan ya”
“Hahaa, oh iya.. Aku lupa”
“Mmhh, mau makan apa Key ?”
“Terserah aja aku sih”
“Kamu yang sering kesini, hayo mau makan apa”
“Mmhh, justru karna kamu jarang kesini, jd kamu pilih yah mau makan apa”
Salah tingkah , sesekali tersipu malu, membuat obrolan mereka melupakan bahwa mereka sudah berjalan memutari food court untuk yang kedua kalinya.
“Mmhh, empek-empek kayanya enak Key”
“Iya yah, enak kayanya”
“Mau ?”
“Bolehlah”
“Itu disana, yuk”
” Iya”
“Mau duduk dimana Key ?”
“Disini aja boleh”
“Ya udah disini aja, aku pesen dulu yah “
“Iya..”
“Komplit kan ? “
“Komplit “
Keyara duduk sendiri di meja food court berbentuk bundar dengan 3 kursi di sekeliling nya. Keyara memperlihatkan wajah sumringah , dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Sesekali dia menatap Rama yang sedang mengantri untuk memesan empek-empek .
“Rama seseorang yang baik, terlihat dari caranya berbicara yang sejauh ini selalu berkata lembut, berbicara dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, dan ramah”
Sesaat kemudian Rama datang dengan dua porsi empek-empek dengan nampan merah , sama seperti warna kesukaan Keyara.
“Mau minum apa key ?”
“Air mineral aja , makasi ya “
Keyara memindahkan piring empek-empek itu dari nampan merah . Sambil menunggu Rama kembali membawa minuman.
“Selamat makan Key..”
“Selamat makan “
Susana makan siang dengan menu empek-empek, diwarnai percakapan tentang segala hal , dibumbui tawa renyah sesekali, dan senyuman yang masih terlihat jelas di wajah keduanya.
Tanpa terasa empek-empek habis dilahap Keyara dan Rama, dan akhirnya mereka beranjak meninggalkan kursi dan meja bundar itu.
“Mmhh, mau kemana lagi Key ?”
“Nggak ada si, aku ga ada rencana kemana-mana”
“Kamu punya urusan lain mungkin ?”
“Nggak ada kok”
“Mmh, ya udah Key, mau pulang aja ? Aku anterin “
“Pulang ? Boleh, tapi aku pake kereta aja”
“Nggak Key, nggak boleh, nggak baik, aku anterin aja”
“Tapi kan jauh, kamu harus balik lagi nanti , jauh”
“Nggak kok, deket tau lewat tol”
Yahh kok pulang sih “ucap Keyara dalam hati” bilang donk mau nonton gitu atau apalah, menghabiskan waktu sampai sore. Masa udah pulang aja . Bibir Keyara bungkam, kalimat itu tak terucap.
Keyara dan Rama menuruni satu lantai, dan akhirnya terucap dari bibir Rama ..
“Apa mau nonton Key ?”
Tanpa membuag waktu dan berpikir panjang, Keyara menjawab cepat ..
“Boleh, kita ke atas lagi dong yah”
“Iya, kita ke atas lagi”
Detik berjalan semaunya, hingga menemukan menit yang pada akhirnya dia bentuk menjadi jam. Satu jam, dua jam berlalu, film nya selesai, dan mereka beranjak meninggalkan studio.
“Bagus juga yah film nya”
“Iya, seru, ada yah penjara kaya gitu, kaya kampung gitu”
“Hahaa, iyaa”
“Mmhh, Key.. Kamu aku anter pulang yah ?”
“Nggak, jangan, kejauhan, “
“Nggak apa-apa”
Sepanjang perjalanan pulang, Keyara dan Rama berbagi cerita , tentang semua yang dianggap menarik untuk diperbincangkan. Entah kebetulan atauh tidak, yang jelas tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah di rencanakan Tuhan.
Rama adalah mantan kekasih sahabat Keyara, yang bernama Sharyl. Keyara mengetahui hal itu semenjak beberapa waktu setelah berbincang melalu blackberry messenger dengan Rama. Dan sepanjang perjalanan pulang itupun mereka sesekali membahas masa lalu Rama dan Sharyl yang terdengar bahagia, namun berakhir sedikit tidak menyenangkan.
Tanpa terasa, mobil Rama sudah mendekati tempat kost Keyara,
“Didepan sebelah kiri”
“Mmhh, disini.. ? “
“Iya, disini, Makasi ya buat hari ini, hati-hati di jalan”
“Iya, makasi juga”
Entahlah apa yang Keyara rasakan saat ini, senyumannya masih bertahan di wajahnya, sambil menyalakan blackberry yang tanpa disadari telah lama kehabisan batre .
Ketika blackberry dinyalakan, banyak pesan masuk dari “ari”, sosok laki-laki yang sebulan terakhir mengisi hari-hari Keyara, dengan perhatian, dan segala leluconnya yang selalu membuat Keyara tertawa bahagia.
“No news though”
Dan untuk pertama kalinya Keyara mengabaikan “Ari”, Keyara sibuk dengan senyuman bahagianya ..
Terima kasih Rama, telah membuat hari ini berwarna, semoga suatu saat kita dipertemukan lagi.
“Pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran, pertemuan kedua menyisakan rasa rindu, Dan aku tidak mau merindu”
Biarlah waktu yang menjawab semuanya, Tuhan pasti menjalankan rencananya sesuai dengan yang telah beliau rencanakan. Di tempat dan waktu yang hanya beliau saja yang mengetahuinya.
Yang pasti di dunia ini tidak ada yang namanya KEBETULAN, di dunia ini hanya butuh KEYAKINAN, dan keyakinan itu biasanya di support penuh oleh PERASAAN.

Sepertinya MENARIK untuk di pikirkan


My first flight..
25 November 2012
Jakarta menuju Sorong , ETD 01.10
Penerbangan pertama ku menuju Sorong, memang sedikit gugup , namun menyenangkan ketika membayangkan berada di pesawat dengan memberi pelayanan yang baik bagi penumpang. Aku berjalan menuju pesawat yang sudah parkir di terminal 1 B, berjalan beriringan bersama satu orang rekan kerja ku, dan satu orang instruktur yang akan menjadi pendamping penerbangan pertama ku ini, dalam istilah kami “guiding pra pengecekan”. Setiba di pesawat, aku berkenalan dengan crew aktif, untuk kemudian melakukan tugas sesuai dengan arahan instruktur.
Inflight…
Pada saat lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, aku bergegas menuju kabin bagian belakang untuk membantu persiapan service makanan pada penumpang. Aku melakukannya dengan senang hati, sungguh saat itu lah yang aku tunggu-tunggu sejak dua tahun terakhir. Berjalan di tengah kabin, membagikan makanan, serta menawarkan minuman pada penumpangku yang berbeda-beda watak dan daerah asal nya. Sungguh , aku bahagia.
Setelah pembagian makanan selesai, aku dan crew lain nya pun duduk , standby di kabin depan serta kabin belakang, dan pada saat itu penumpang kami tengah tertidur lelap, karna memang waktu menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Setiap 15 menit sekali aku atau rekan ku bergantian mengecek penumpang, kalau-kalau ada yang membutuhkan kami.
Lampu pesawat dalam keadaan redup, penumpang terlelap dalam tidur mereka, aku berjalan dari kabin belakang menuju kabin bagian depan, sambil melirik kiri dan kanan, mengecek keadaan penumpang. Dari 100 lebih penumpang, hanya ada dua lampu baca yang menyala, di row 18 A dan C, yang tidak lain adalah warga negara asing, kelihatannya berasal dari inggris, dan satu nya lagi berasal dari jepang. Mereka adalah sepasang kekasih atau sepasang suami istri, entahlah. Namun yang aku lihat , mereka berkomunikasi satu sama lain, dan keduanya memegang buku .. Ya, mereka sedang membaca.. Terlintas di benakku “ohh, itu lah beda orang indonesia dan warga negara asing, kita lebih memilih tidur bahkan ngorok, sementara mereka menghabiskan waktu dengan membaca, menambah pengetahuan”.
Kemudian aku melangkah ke row selanjutnya, memang semua penumpang tertidur lelap, bahkan ada beberapa dari mereka yang mencari seat yang kosong, untuk kemudian tidur disana seolah 3 seat kosong itu adalah kamar pribadi nya. Mmhhh, hal ini benar-benar biasa, namun menarik untuk dijadikan bahan pemikiran.

INDAHNYA BERSYUKUR

16 Februari 2012
Repost..



Setiap manusia pasti tidak akan pernah merasa puas atas apa yang mereka miliki, kepuasan itu akan terasa jika manusia bisa belajar mensyukuri segala nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Jujur, Aku pun begitu, tidak pernah puas dengan semua yang aku miliki. Selalu merasa kurang, selalu merasa menjadi seseorang yang paling menderita dengan segala masalah dan cobaan yang ada.
Seperti biasa, pagi ini aku sudah berada kantor untuk menjalani aktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Dan seperti biasa, setelah memasuki gerbang kantor tempat yang aku tuju adalah pos security, untuk mengambil absen pagi,  selsesai dan langsung menuju parkiran dibelakang gedung ini. Sungguh dalam benakku pagi ini masih sama seperti sebelumnya, masih belajar bersyukur dan belum dapat menerapkan sepenuhnya. Saat hendak meninggalkan parkiran, dari arah masuk terlihat Pak dee, yhaa.. begitu aku biasa menyapanya..
Pak Dee adalah bagian dari kami, beliau adalah salah satu karyawan di kantor tempatku bekerja. Beliau adalah sosok Orangtua bagiku, selain umurnya yang sebaya dengan ayahku, beliau juga sering membuat ku tertawa dengan segala guyonannya. Pagi ini pak dee datang dan menuju parkiran untuk memarkirkan motor buntutnya. Subhanallah, sungguh hina hambamu ini Ya Allah, yang tidak pernah bersyukur atas segala nikmat mu yang Engkau berikan. Pak dee dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, dengan segala usahanya untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya yang berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, hingga saat ini hanya memiliki motor buntut itu. Entah itu disengaja karna beliau teramat mencintai benda itu, atau memang karna beliau tak punya daya untuk menggantinya dengan yang baru. Entahlah, hanya beliau dan Allah lah yang tau.
Namun, dari pertemuan dengan Pak Dee pagi ini, dapat aku rasakan hikmahnya. Betapa manusia itu harus mensyukuri atas segala yang diberikan Allah kepadanya. Jikapun itu menyakitkan, jikapun itu terasa kurang, tetepalah bersyukur. Karna Allah telah menentukan nasib setiap manusia. Dan jika rasa syukur dapat kita tanamkan dalam diri, maka tak akan ada asa iri, dengki, penyesalan, rasa sedih karna kekurangan, keterpurukan karna cobaan, dan segala bentuk dari kekecewaan pastinya tidak akan menjadi masalah besar untuk manusia itu sendiri. Ingatlah, Allah tidak pernah menguji umatnya diluar batas kemampuan masing-masing umatnya.
tetap semangat, lakukan yang terbaik untuk hidup yang hanya satu kali ini..dan syukuri segala yang ada. Ikhlas, Berusaha, dan berdo’a.. Dapat dibayangkan indahnya hidup ini dengan menjadi manusia yang bersyukur..

Saturday, March 16, 2013

A gift from greatest sista


 Aku benci jam dinding, karena jam dinding selalu mengingatkanku pada kenyataan bahwa waktu terlalu cepat berlalu. Dan aku benci, aku sungguhhh benci ketika aku menyadari bahwa aku sudah berada pada titik yang semakin menua sedang aku masih belum bisa berbuat apa-apa untuk orang-orang yang aku cintai.
            Maka malam ini, tepat di tahun ke dua puluh tiga kau injakkan kakimu di dunia ini. Aku ingin mengatakan bahwa aku bahagia, sungguh bahagia karena Tuhan begitu baik masih membiarkanku untuk menjalani hidupku bersamamu. Aku tak tahu, apa jadinya aku, jika tanpamu.
Tapi kebahagiaan itu seketika sirna ketika aku menyadari bahwa kau semakin menua, waktumu semakin berkurang, dan aku tak tahu, sampai kapan Tuhan mengizinkanku untuk berjuang bersamamu dalam meraih semua impian-impian besar kita.
            Maka pada tengah malam  yang membuat mataku menghitam karena beberapa hari ini berlaga dengan sederet acara kampus yang membuatku pergi pagi dan pulang malam, di sela-sela itu lah aku mencoba membuat sebuah hal yang semoga indah dimatamu. Aku hanya ingin memberimu sesuatu yang hebat—hebat sepertimu. Jika tidak indah, jika tidak hebat, maka katakan sajalah indah, katakana sajalah hebat. Mengingat aku rela tidak tidur untuk mengetikkan kata demi kata dalam setiap bab kehidupan yang telah kita lalui dari pertama kali aku mengerjapkan mata indahku di bumi ini.
            Dan lagi, aku gagal. Aku memang sudah berhasil menyelesaikan novel spesial yang ku beri judul “UNI” itu. Aku baru menyelesaikannya barusan. Sebelum kata-kata konyol ini aku ketik. Padahal, jauh hari sebelumnya, aku sudah berencana agar malam ini novel itu sudah di launching oleh penerbit. Tapi, lagi, lagi dan lagi, aku gagal. Maaf.
            Hanya tulisan sederhana inilah yang semoga bisa menjadi kado indah untuk ulang tahunmu ke dua puluh tiga ini.


Selamat ulang tahun uni terhebat di dunia.


*Novel UNI sudah jadi, tapi karena hidup tak semulus semua rencana, maka aku mohon maaaf karena tidak bisa launching malam ini. Bersabarlah. Secepatnya pasti akan terbit, insyaallah :D



Date : 7 Maret 2013
By : My greatest sista