Wanita itu HEBAT, wanita itu KUAT..

Kau hanya cukup meyakini bahwa kau punya keyakinan. Kau hanya cukup menguatkan keyakinan itu , bahwa kau punya kekuatan...

Monday, March 18, 2013

Kebetulan, Keyakinan, Perasaan


Kebetulan
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, yang ada hanya rencana yang telah dipersiapkan Tuhan dengan waktu dan tempat yang telah beliau tentukan. Manusia terkadang menganggap hal itu kebetulan, karena memang semua hal yang terjadi adalah diluar perkiraan kita sebagai manusia.
Keyakinan
Keyakinan adalah sebuah perasaan mantap mempercayai suatu hal, keyakinan lah yang membuat kita berani melangkah dan mengambil tindakan atas setiap hal yang terjadi. Keyakinan biasanya menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang kita yakini. Jika tidak, mungkin kita masih belum yakin.
Perasaan,
Perasaan adalah hal yang sangat sensitif, karena berkaitan langsung dengan hati. Siapa yang bisa menyalahkan perasaan ? Mungkin kita bisa menyalahkan perasaan, tapi kita tidak berhak untuk itu. Karena perasaan mutlak punya tempat dan kehidupan tersendiri. Selama dia menyimpan segala sesuatu untuk dirinya sendiri, maka biarkan lah perasaan menikmatinya. Biasanya, perasaan yang tulus akan menyesuaikan dengan keadaan. Jika yang terbaik adalah untuk dinikmati sendiri, maka dia akan bertahan dalam diamnya..
“Kamu dimana Key ?”
“Aku di lantai dasar, didepan Mawar shop”
“Baiklah, aku kesana ya”
“Yhaa..”
Keyara, menunggu kedatangan Rama . Laki-laki yang dia kenal tanpa sengaja di dunia maya. Laki-laki yang baik hati, sering memberi nasehat tanpa terkesan mengajari. Selalu mensupport Keyara secara tidak langsung. Laki-laki yang baik, perhatian dan tidak sombong. Itu yang ditangkap Keyara dari beberapa kali percakapan mereka melalu blackberry messenger. Percakapan setiap hari ? Tentu tidak, bisa dihitung dengan jari untuk frekuensi percakapan mereka.
Mungkin lebih tepatnya, ketika Keyara membutuhkan support dari orang-orang terdekat yang tidak dia dapatkan Rama selalu tiba-tiba muncul dengan nasehat dan support yang Keyara butuhkan.
Pernah suatu ketika, Keyara menangis tersedu karena teringan masa lalu nya yang memang tidak menyenangkan untuk dikenang, Rama muncul dengan kata-kata nasehat serta supportnya yang sangat berarti bagi Keyara. Satu kalimat yang masih dikenang Keyara hingga saat ini , yang mungkin menjadi alasan Keyara menaruh simpati terhadap sosok Rama yang tidak dikenalnya secara langsung.
“Walaupun kita tidak pernah bertemu, berjanjilah padaku, bahwa kamu tidak akan menangis lagi Key, berjanjilah tidak akan ada airmata itu lagi”
Keyara sebagai wanita biasa, sebagai wanita mayoritas yang menggunakan perasaan disetiap kesempatan, merasa tergugah hatinya atas perkataan Rama yang benar-benar tidak diduga. Dan saat ini, hanya butuh beberapa menit untuk Keyara melihat langsung sosok Rama berada didepan matanya.
“Dimana yah Rama, mmhhh..” Keyara menunggu dengan perasaan campur aduk, penasaran, takut , malu, semua datang bersamaan. Keyara sibuk dengan perasaannya sendiri, pikirannya terawang-awang, mencoba mengembalikan semuanya agar tidak menerawang dengan pemikiran-pemikiran yang membuatnya gelisah.
Keyara membuang pandangannya jauh ke ujung pintu masuk mall itu, tidak dia dapati sosok Rama, hingga dia membalikkan wajahnya dan terdiam, mendapati sosok Rama yang pernah dia lihat wajahnya di display picture blackberry messenger Rama. Rama yang datang mengenakan kaos hitam menghampirinya.
“Heii, Rama”
“Keyara”
“Udah lama yah Key ? Maaf yah aku telat, tadi macet banget “
“Iya nggak apa-apa kok, aku juga baru nyampe”
“Mmhh, hayoo mau kemana kita, blom makan kan ?”
“Iya , blom.. Kamu udah ?”
” Juga blom”
“Ya udah, kita ke atas yah”
“Yuk”
Entahlah, tidak biasanya Keyara seperti saat ini, senyum, senyum dan tersenyum, wajahnya merekah, sesekali tersenyum , dan mencoba menahan ketawa. Tawa bahagia, yaa, tawa bahagia . Dan entah apa penyebabnya. Yang dia tau dia bahagia, Keyara bahagia mendapati senyuman pertama Rama saat bertatapan muka dengannya.
“Mmhh, tadi kesini pake apa Key ?”
“Aku pake kereta , turun di gambir, lalu naik busway dari gambir ke harmoni, kemudian transit arah grogol”
“Wahh, jauh juga ya “
“Iya, udah terbiasa, jadi nggak masalah”
Keyara adalah tipe wanita cuek, yang jika sudah menemukan seseorang yang membuatnya nyaman , maka sifat cuek nya akan berubah drastis . Biasanya Keyara hanya mau bertemu orang-orang yang dikenalnya di tempat yang tidak jauh untuk dia datangi, tapi kali ini berbeda. Keyara sama sekali tidak mempermasalahkan jarak. Kembali lagi , mungkin karena Rama yang sudah terlanjur membuatnya bersimpati.
“Gimana kerjaannya ? Udah mulai terbang lagi blom ?
“Blom ni, lagi nunggu proses aja. Karena baru selesai training pesawat baru”
“Mmhh, iya.. Enak yah liburnya lama”
“Hahaa, ya.. Kerjaannya tidur mulu”
Rama adalah seorang penerbang di salah satu airline di Indonesia, sama seperti sosok Zulfikar yang pernah hadir dimasa lalu Keyara dengan cerita yang berbeda.
“Kalo kamu lagi libur yah Key ?”
“Mmhh, aku setiap hari juga libur, nggak kerja kan ya”
“Hahaa, oh iya.. Aku lupa”
“Mmhh, mau makan apa Key ?”
“Terserah aja aku sih”
“Kamu yang sering kesini, hayo mau makan apa”
“Mmhh, justru karna kamu jarang kesini, jd kamu pilih yah mau makan apa”
Salah tingkah , sesekali tersipu malu, membuat obrolan mereka melupakan bahwa mereka sudah berjalan memutari food court untuk yang kedua kalinya.
“Mmhh, empek-empek kayanya enak Key”
“Iya yah, enak kayanya”
“Mau ?”
“Bolehlah”
“Itu disana, yuk”
” Iya”
“Mau duduk dimana Key ?”
“Disini aja boleh”
“Ya udah disini aja, aku pesen dulu yah “
“Iya..”
“Komplit kan ? “
“Komplit “
Keyara duduk sendiri di meja food court berbentuk bundar dengan 3 kursi di sekeliling nya. Keyara memperlihatkan wajah sumringah , dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Sesekali dia menatap Rama yang sedang mengantri untuk memesan empek-empek .
“Rama seseorang yang baik, terlihat dari caranya berbicara yang sejauh ini selalu berkata lembut, berbicara dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, dan ramah”
Sesaat kemudian Rama datang dengan dua porsi empek-empek dengan nampan merah , sama seperti warna kesukaan Keyara.
“Mau minum apa key ?”
“Air mineral aja , makasi ya “
Keyara memindahkan piring empek-empek itu dari nampan merah . Sambil menunggu Rama kembali membawa minuman.
“Selamat makan Key..”
“Selamat makan “
Susana makan siang dengan menu empek-empek, diwarnai percakapan tentang segala hal , dibumbui tawa renyah sesekali, dan senyuman yang masih terlihat jelas di wajah keduanya.
Tanpa terasa empek-empek habis dilahap Keyara dan Rama, dan akhirnya mereka beranjak meninggalkan kursi dan meja bundar itu.
“Mmhh, mau kemana lagi Key ?”
“Nggak ada si, aku ga ada rencana kemana-mana”
“Kamu punya urusan lain mungkin ?”
“Nggak ada kok”
“Mmh, ya udah Key, mau pulang aja ? Aku anterin “
“Pulang ? Boleh, tapi aku pake kereta aja”
“Nggak Key, nggak boleh, nggak baik, aku anterin aja”
“Tapi kan jauh, kamu harus balik lagi nanti , jauh”
“Nggak kok, deket tau lewat tol”
Yahh kok pulang sih “ucap Keyara dalam hati” bilang donk mau nonton gitu atau apalah, menghabiskan waktu sampai sore. Masa udah pulang aja . Bibir Keyara bungkam, kalimat itu tak terucap.
Keyara dan Rama menuruni satu lantai, dan akhirnya terucap dari bibir Rama ..
“Apa mau nonton Key ?”
Tanpa membuag waktu dan berpikir panjang, Keyara menjawab cepat ..
“Boleh, kita ke atas lagi dong yah”
“Iya, kita ke atas lagi”
Detik berjalan semaunya, hingga menemukan menit yang pada akhirnya dia bentuk menjadi jam. Satu jam, dua jam berlalu, film nya selesai, dan mereka beranjak meninggalkan studio.
“Bagus juga yah film nya”
“Iya, seru, ada yah penjara kaya gitu, kaya kampung gitu”
“Hahaa, iyaa”
“Mmhh, Key.. Kamu aku anter pulang yah ?”
“Nggak, jangan, kejauhan, “
“Nggak apa-apa”
Sepanjang perjalanan pulang, Keyara dan Rama berbagi cerita , tentang semua yang dianggap menarik untuk diperbincangkan. Entah kebetulan atauh tidak, yang jelas tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua telah di rencanakan Tuhan.
Rama adalah mantan kekasih sahabat Keyara, yang bernama Sharyl. Keyara mengetahui hal itu semenjak beberapa waktu setelah berbincang melalu blackberry messenger dengan Rama. Dan sepanjang perjalanan pulang itupun mereka sesekali membahas masa lalu Rama dan Sharyl yang terdengar bahagia, namun berakhir sedikit tidak menyenangkan.
Tanpa terasa, mobil Rama sudah mendekati tempat kost Keyara,
“Didepan sebelah kiri”
“Mmhh, disini.. ? “
“Iya, disini, Makasi ya buat hari ini, hati-hati di jalan”
“Iya, makasi juga”
Entahlah apa yang Keyara rasakan saat ini, senyumannya masih bertahan di wajahnya, sambil menyalakan blackberry yang tanpa disadari telah lama kehabisan batre .
Ketika blackberry dinyalakan, banyak pesan masuk dari “ari”, sosok laki-laki yang sebulan terakhir mengisi hari-hari Keyara, dengan perhatian, dan segala leluconnya yang selalu membuat Keyara tertawa bahagia.
“No news though”
Dan untuk pertama kalinya Keyara mengabaikan “Ari”, Keyara sibuk dengan senyuman bahagianya ..
Terima kasih Rama, telah membuat hari ini berwarna, semoga suatu saat kita dipertemukan lagi.
“Pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran, pertemuan kedua menyisakan rasa rindu, Dan aku tidak mau merindu”
Biarlah waktu yang menjawab semuanya, Tuhan pasti menjalankan rencananya sesuai dengan yang telah beliau rencanakan. Di tempat dan waktu yang hanya beliau saja yang mengetahuinya.
Yang pasti di dunia ini tidak ada yang namanya KEBETULAN, di dunia ini hanya butuh KEYAKINAN, dan keyakinan itu biasanya di support penuh oleh PERASAAN.

No comments: